Mahasiswa Teknik Informatika Menciptakan Inovasi Baru Bertani Degan IoT

Oleh MS, 15 Aug 2019

Perkembangan teknologi saat ini memiliki kemajuan yang sangat pesat. Berbagai inovasi mulai bermunculan seiring dengan kebutuhan manusia akan kemudahan bekerja baik dari segi perolehan informasi atau pengontrolan terhadap suatu sistem informasi ataupun benda dengan tujuan mengefisiensikan waktu kerja dan biaya.

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari sudah mulai ada inovasi yang diciptakan oleh para pemuda/mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan apresiasi dari pemerintah Kota Kendari Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui Lomba Cipta Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diadakan pada Senin, 12 Agustus 2019 di Hotel Athaya Kendari. Dalam lomba tersebut mahasiswa Universitas Halu Oleo, Jurusan Teknik Informatika, Muhammad Sahlan dan Muhammad Saiful berhasil mengembangkan sebuah inovasi baru di bidang pertanian yaitu Sistem Kontrol dan Monitoring Tanaman Hidroponik dengan teknologi Phita Ponic berbasis Internet of Things (IoT).

Phita Poniic itu sendiri adalah sebuah sistem kontrol dan monitoring tanaman hidroponik secara real time melalui perangkat android. Tujuan dari pengembangan teknologi ini adalah adanya kontrol secara real time dari pemilik tanaman hidropoik melalui perangkat android, sehinga petani dapat mengontrol tanamannya secara tidak langsung namun dengan syarat semua perangkat memiliki koneksi internet.

Kelebihan dari sistem ini adalah menggunakan konsep IoT sebagai teknologi untuk melakukan kontrol. IoT itu sendiri adalah kemampuan suatu benda untuk saling terkoneksi dan bertukar data/informasi secara real time tanpa perantara manusia, atau bisa juga disebut machine to machine. Dalam sistem monitoring dan kontrol tanaman hidroponik ini petani mendapatkan banyak kemudahan yaitu dapat memonitoring dan mengatur suhu, kelembapan udara dan pH air sehingga tanaman memperoleh nutrisi yang sesuai. Dengan adanya sistem ini kualitas tanaman dapat meningkat karena petani dengan cepat mendapatkan informasi mengenai tanamannya.

Pengembangan Phita Ponic ini diharapkan dapat terus dikembangan lebih besar lagi agar menjangkau lebih banyak petani, bukan hanya petani hidroponik. Dengan adanya peran mahasiswa yang mampu menciptakan inovasi terbarukan seperti ini, menjadi pemicu semua kalangan untuk berlomba menciptakan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Sulawesi Tenggara disegala bidang. 

«Kembali